Berikut adalah deskripsi bahan HERBATHUS
yang dibuat dari bahan bahan herbal alami pilihan yang diformulasi untuk
pengobatan asam urat, nyeri sendi, pegel linu dan batu ginjal.

TEMU PUTIH ( Curcuma zedoaria )
Temu Putih (Curcuma zedoaria Rosc)
- Nama tanaman
Nama latin : Curcuma zedoaria
Di Indonesia disebut temu putih, kunyit putih.
Nama daerah: koneng tegal (Sunda), temu pepet (jawa)
Sinonim : Curcuma paliida Lour (Heyne, 1987)
Nama asing: White Tumeric (Inggris), Kencur atau Ambhalad (India), dan cedoaria (Spanyol ), Er-chu (China).
- Klasifikasi Tanaman
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Bangsa : Zingiberales
Suku : Zingiberaceae
Marga : Curcuma
Jenis : Curcuma zedoaria(Berg.) Rosc. (Backer and Van den Brink, 1968). - Morfologi tanaman
Tumbuhan ini berupa terna tahunan, tinggi mencapai 2 m, tumbuh tidak berkelompok. Daun berbentuk lanset memanjang berwarna merah lembayung di sepanjang tulang tengahnya. Bunga keluar dari rimpang samping, menjulang ke atas membentuk bongkol bunga yang besar. Mahkota bunga berwarna putih, dengan tepi bergaris merah tipis atau kuning. Rimpang berwarna putih atau kuning muda, rasa sangat pahit (Windono dkk, 2002). - Habitat dan penyebaran Curcuma zedoaria (Rosc), Menurut Hong, Kim, Lee, tumbuhan ini berasal dari Himalaya, India, dan terutama tersebar di negara negara Asia meliputi China, Vietnam, dan Jepang.Curcuma zedoaria (Rosc) tumbuh liar di Sumatra (Gunung Dempo), di hutan jatiJawaTimur, banyak dijumpai di Jawa Barat dan Jawa Tengah, di ketinggian sampai 1000 dpl (Windono dkk, 2002).
- Kandungan kimia dan manfaat Secara tradisioal digunakan sebaagi antimikroba dan antifungal (Witson et al., 2005). Shiobara et al. (1985) mengidentifikasi senyawa cyclopropanosesquiterpene, curcumenone dan 2spirolactones, curcumanolide A dan curcumanolide B. Pada shoots muda dari C. zedoaria mengandung (+)-germacrone-4,5-epoxide, sebuah intermediet kunci pada biogenesis a germacrone-type sesquiterpenoids. Di negara Brazil, di gunakan sebagai obat penurun panas. Aktivitas ini dikarenakan adanya senyawa yang bertanggung jawab yaitu curcumenol (Navvaro et al., 2002). Kandungan kimia rimpang Curcuma zedoaria Rosc terdiri dari : kurkuminoid (diarilheptanoid), minyak atsiri, polisakarida serta golongan lain. Diarilheptanoid yang telah diketahui meliputi : kurkumin, demetoksikurkumin, bisdemetoksikurkumin, dan 1,7 bis (4-hidroksifenil)-1,4,6-heptatrien-3-on (Windono dkk, 2002). Minyak atsiri berupa cairan kental kuning emas mengandung : monoterpen dan sesquiterpen. Monoterpen terdiri dari : monoterpen hidrokarbon (alfa pinen, D-kamfen), monoterpen alkohol (D-borneol), monoterpen keton (D-kamfer), monoterpen oksida (sineol). Seskuiterpen pada Curcuma zedoaria terdiri dari berbagai golongan dan berdasarkan penggolongan yang dilakukan terdiri dari : golongan bisabolen, elema, germakran, eudesman, guaian dan golongan spironolakton. Kandungan lain meliputi : etil-p-metoksisinamat, 3,7-dimetillindan-5-asam karboksilat (Windono dkk, 2002). Singh et al (2002) melaporkan kandungan minyak atsiri pada Curcuma zedoaria berupa 1,8 cineol (18.5%), cymene (18.42%), δΌͺ-phellandrene (14.9%). Golongan seskuiterpen yaitu -Turmerone dan arturmeron yang diisolasi dari rhizoma Curcuma zedoaria menghambat produksi prostaglandin E2 terinduksi lipopolisakarida (LPS) pada kultur sel makrofag tikus RAW 264.7 dengan pola tergantung dosis. Senyawa ini juga menunjukkan efek penghambatan produksi nitric oxide terinduksi LPS pada sistem sel (Hong et al., 2002). Aktivitas antioksidan Senyawa yang beraksi sebagai antioksidan kemungkinan adalah 5-isopropylidene-3,8-dimethyl-1(5H)-azulenone (Mau et al., 2003).
- Penelitian antikanker
Pada pengobatan Cina, Curcuma zedoaria telah digunakan pada treatment kanker serviks. Ekstrak air dari C. zedoaria menunjukkan aktivitas antimutagenik terhadap mutasi yang diinduksi benzoapyrene pada Salmonella/microsomal system (Lee and Hin, 1988). Polisakarida dan protein-terikat polisakarida C. zedoaria menunjukkan penghambatan pada sarcoma-180 dan Echrlich ascites tumor pada tikus, secara berurutan (Mon et al, 1985). Lebih lanjut, 2 derivat seskuiterpen (curcumol dan curdione) dari C. zedoaria menujukkan sitotoksik terhadap sarcoma-37, Echrlich ascites tumor, dan cervical carcinoma-U14 pada tikus. Fraksi polisakarida, CZ-1-III menurunkan ukuran tumor pada tikus dan mencegah mutasi kromosomal (Kim et al., 2000). Ekstrak etanol rimpang Curcuma zedoaria menunjukkan aktivitas menghambat sel-sel OVCAR-3 (Cell-line kanker ovarium manusia). Isolasi yang dipantau dengan bioaktivitas hambatan terhadap sel OVSCAR-3 menghasilkan senyawa aktif demetoksi kurkumin (Syu et al., 1998). Ekstrak etanol 70% turmeric memperlihatkan penghambatan pada sel normal dan bersifat sitotoksis pada sel lymphoma pada konsentrasi 0,4 mg/ml. Ekstrak etanol turmeric juga menunjukkan penghambatan fase mitosis pada sel mamalia secara in vitro dengan menghambat pembentukan kromosom (Mills and Bone, 2000).
Kunyit Putih (Curcuma zedoaria) telah lama dikenal luas oleh masyarakat dalam khasiatnya sebagai anti-kanker dan tumor yang efektif.
Selain untuk penyembuhan dan pencegahan kanker, Kunyit Putih
juga efektif mengatasi berbagai masalah kewanitaan seperti
keputihan dan nyeri Haid.
Manfaat Kunyit Putih banyak sekali, penelitian sudah dilakukan
diluar dan di dalam negeri dengan uji farmakologi, toksikologi
pada binatang hingga uji klinis manfaat ekstrak Kunyit Putih untuk terapi kanker.
Di Jawa, Kunyit Putih biasanya digunakan untuk penurun
demam dan peluruh keringat, sedangkan di Dayak untuk
mengobati batuk darah dan keracunan makanan.
Untuk wanita yang sedang menjalani masa nifas,
Kunyit Putih berperan sebagai pembersih.
Kunyit Putih juga bisa dikunyah sebagai pengurang bau nafas.
Rebusannya bisa mengobati sakit gigi, pencernaan dan masuk
angin. Untuk pengobatan penyakit kanker dan tumor.
Dari hasil penelitian Chan Minyi bersama rekan-rekannya dalam bukunya Anti Cancer Medical Herbs, Curcuma Zedoaria mempunyai efektifitas tinggi untuk mengatasi kanker & tumor.
Mengenai kandungan aktif dalam Kunyit Putih, hasil penelitian American Institute Cancer Report (New York Time) 1 Juni 1999
dan juga oleh pakar Fakultas Farmasi ataupun PAU Bioteknologi
serta PPOT UGM Yogyakarta menyatakan bahwa Kunyit Putih
mengandung:
- RIP (Ribosome Inacting Protein) : Berfungsi menonaktifkan perkembangan sel kanker, merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan sekitarnya, memblokir pertumbuhan sel kanker.
- Zat Antioksidan :Untuk mencegah kerusakan gen.
- Zat Anti-curcumin: Sebagai anti-inflamasi (anti-peradangan).
Dengan kandungan aktif yang dimilikinya, Kunyit Putih dapat
menyembuhkan Kanker dan Tumor, Maag, Ambeien, Radang
tenggorokan, Radang hati, Bronkhitis, Amandel, Nyeri haid,
Keputihan, Jerawat, Bisul, Diabetes, dan Asma, Darah tinggi,
Stroke, Sakit Jantung, dan Asam urat.
PEGAGAN
Pegagan (Centella asiatica)
adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di perkebunan, ladang, tepi
jalan, serta pematang sawah. Tanaman ini berasal dari daerah Asia
tropik, tersebar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, India, Republik
Rakyat Cina, Jepang dan Australia kemudian menyebar ke berbagai
negara-negara lain. Nama yang biasa dikenal untuk tanaman ini selain
pegagan adalah daun kaki kuda dan antanan.
Sejak zaman dahulu, pegagan telah
digunakan untuk obat kulit, gangguan saraf dan memperbaiki peredaran
darah. Masyarakat Jawa Barat mengenal tanaman ini sebagai salah satu
tanaman untuk lalapan.
Nama Lokal
Pegaga (Aceh), daun kaki kuda (Melayu),
ampagaga (batak), antanan (sunda), gagan-gagan, rendeng (jawa), piduh
(bali) sandanan (irian) broken copper coin, semanggen
(Indramayu,Cirebon), pagaga (Makassar), daun tungke (Bugis) buabok
(Inggris), paardevoet (Belanda), gotu kola (India), ji xue cao (Hanzi)
Kerajaan: Plantae
Ordo: Apiales
Famili: Mackinlayaceae
Genus: Centella
Spesies: C. asiatica
Ordo: Apiales
Famili: Mackinlayaceae
Genus: Centella
Spesies: C. asiatica
Jenis Pegagan
Pegagan merupakan tanaman herba tahunan
yang tumbuh menjalar dan berbunga sepanjang tahun. Tanaman akan tumbuh
subur bila tanah dan lingkungannya sesuai hingga dijadikan pennutup
tanah. Jenis pegagan yang banyak dijumpai adalah pegagan merah dan
pegagan hijau. Pegagan merah dikenal juga dengan antanan kebun atau
antanan batu karena banyak ditemukan di daerah bebatuan, kering dan
terbuka. Pegagan merah tumbuh merambat dengan stolon (geragih) dan tidak
mempunyai batang, tetapi mempunyai rhizoma (rimpang pendek). Sedangkan
pegagan hijau sering banyak dijumpau di daerah pesawahan dan disela-sela
rumput. Tempat yang disukai oleh pegagan hijau yaitu tempat agak lembap
dan terbuka atau agak ternaungi. Selain itu, tanaman yang mirip pegagan
atau antanan ada empat jenis yaitu antanan kembang, antanan beurit,
antanan gunung dan antanan air.
Kandungan
Pegagan yang simplisianya dikenal dengan
sebutan Centella Herba memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside,
isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside,
madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin,
vellarine, tanin serta garam mineral seperti kalium, natrium,
magnesium, kalsium dan besi. Diduga glikosida triterpenoida yang disebut
asiaticoside merupakan antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar
biasa. Zat vellarine yang ada memberikan rasa pahit.
Sifat dan Manfaat
Pegagan berasa manis, bersifat
mendinginkan, memiliki fungsi membersihkan darah, melancarkan peredaran
darah, peluruh kencing (diuretika), penurun panas (antipiretika),
menghentikan pendarahan (haemostatika), meningkatkan syaraf memori, anti
bakteri, tonik, antispasma, antiinflamasi, hipotensif, insektisida,
antialergi dan stimulan. Saponin yang ada menghambat produksi jaringan
bekas luka yang berlebihan (menghambat terjadinya keloid).
Manfaat pegagan lainnya yaitu meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki; mencegah varises dan salah urat; meningkatkan daya ingat, mental, dan stamina tubuh; serta menurunkan gejala stres dan depresi. Pegagan pada penelitian di RSU Dr. Soetomo Surabaya dapat dipakai untuk menurunkan tekanan darah, penurunan tidak drastis, jadi cocok untuk penderita usia lanjut.
Manfaat pegagan lainnya yaitu meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki; mencegah varises dan salah urat; meningkatkan daya ingat, mental, dan stamina tubuh; serta menurunkan gejala stres dan depresi. Pegagan pada penelitian di RSU Dr. Soetomo Surabaya dapat dipakai untuk menurunkan tekanan darah, penurunan tidak drastis, jadi cocok untuk penderita usia lanjut.
Pengolahan
Kebanyakan pegagan dikonsumsi segar untuk
lalapan, tetapi ada yang dikeringkan untuk dijadikan teh, diambil
ekstraknya untuk dibuat kapsul atau diolah menjadi krem, salep, obat
jerawat, maupun body lotion.
Pegagan Dengan Khasiat Multifungsi
Tanaman ini berasal dari daerah Asia
tropik, tersebar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan negara-negara
seperti India, China, Jepang dan Australia kemudian menyebar ke berbagai
negara-negara lain. Tanaman Pegagan ini memiliki nama unik di setiap
daerah di Indonesia misalnya daun kaki kuda (Melayu), antanan
(Sunda/Jawa Barat), Pegaga (Aceh), ampagaga (Batak), gagan-gagan/
rendeng (Jawa), taidah (Bali), paiduh (Nusa Tenggara), wisu-wisu,
kisu-kisu (Sulawesi), sandanan (Irian). Selain di Indonesia tanaman
Pegagan ini juga memiliki sebutan disalah satu Negara seperti : broken
copper coin, buabok (Inggris), paardevoet (Belanda), gotu kola (India),
ji xue cao(Hanzi).
Tanaman Pegagan ini memiliki banyak unsur –
unsur kimia aktif yang masing – masing meiliki manfaat sebagai
penyembuh macam – macam penyakit.
Berikut unsur – unsur kimia dalam tumbuhan pegagan :
1. Asiatosida berfungsi memperbaiki sel-sel kulit, stimulasi pertumbuhan kuku, rambut, dan jaringan ikat.
2. Glikosida Saponin. Dengan pemakaian dosis tinggi mampu menghasilkan efek pereda nyeri.
3. Saponin bermanfaat untuk mempengaruhi kolagen, misalnya dalam menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan.
4. Triterpenoid mempunyai aktivitas penyembuhan luka yang luar biasa.
5. Senyawaan Glikosida Triterpenoida yang disebut asiaticoside dan senyawaan sejenis, mempunyai manfaat sebagai anti lepra (Morbus Hansen).
6. Beberapa bahan aktif lainnya akan meningkatkan fungsi mental melalui efek penenang, antistres, dan anticemas.
2. Glikosida Saponin. Dengan pemakaian dosis tinggi mampu menghasilkan efek pereda nyeri.
3. Saponin bermanfaat untuk mempengaruhi kolagen, misalnya dalam menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan.
4. Triterpenoid mempunyai aktivitas penyembuhan luka yang luar biasa.
5. Senyawaan Glikosida Triterpenoida yang disebut asiaticoside dan senyawaan sejenis, mempunyai manfaat sebagai anti lepra (Morbus Hansen).
6. Beberapa bahan aktif lainnya akan meningkatkan fungsi mental melalui efek penenang, antistres, dan anticemas.
Manfaat Dari Tanaman Pegagan Sebagai Obat Untuk :
Wasir, Pembengkakan hati atau liver,
Bisul, Tergigit ular, Luka berdarah, Darah tinggi, campak, demam, radang
amandel, sakit perut, kurang nafsu makan, membersihkan darah,
memperbaiki jaringan empedu, melancarnakan pencernaan, menangkal
penyakit lepra, campak, hepatitis, demam, radang amandel, keracunan
logam berat, muntah darah.
Sebagai tanaman berkhasiat obat, pegagan telah dimanfaatkan terutama oleh masyarakat India, Pakistan, Malaysia, dan Indonesia.
Manfaat pegagan antara lain:
1.Meningkatkan ketahanan tubuh (panjang umur)
2.Membersihkan darah
3.Memperlancar air seni
4.Menyembuhkan lepra (penyakit menular kronik yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae) dan tuberkulosis (TBC)
5.Memberi efek positif terhadap daya rangsang saraf otak
6.Memperlancar transportasi darah pada pembuluh-pembuluh otak. Bahkan saat ini sudah dimanfaatkan sebagai tonik untuk memperkuat dan meningkatkan daya tahan otak dan saraf
7.Tanaman ini juga digunakan secara oral maupun topikal untuk meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki, mencegah varises, dan salah urat
8.Selain dapat membantu meningkatkan daya ingat, mental, dan stamina tubuh, pegagan juga dapat membantu menyeimbangkan energy level serta menurunkan gejala stres dan depresi
2.Membersihkan darah
3.Memperlancar air seni
4.Menyembuhkan lepra (penyakit menular kronik yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae) dan tuberkulosis (TBC)
5.Memberi efek positif terhadap daya rangsang saraf otak
6.Memperlancar transportasi darah pada pembuluh-pembuluh otak. Bahkan saat ini sudah dimanfaatkan sebagai tonik untuk memperkuat dan meningkatkan daya tahan otak dan saraf
7.Tanaman ini juga digunakan secara oral maupun topikal untuk meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki, mencegah varises, dan salah urat
8.Selain dapat membantu meningkatkan daya ingat, mental, dan stamina tubuh, pegagan juga dapat membantu menyeimbangkan energy level serta menurunkan gejala stres dan depresi
Penelitian Mengenai Pegagan
Berbagai penelitian mengenai khasiat
pegagan telah banyak dilakukan. Manfaat yang berhubungan dengan fungsi
saraf dan otak telah dibuktikan lewat berbagai penelitian. Sebanyak 30
orang pasien anak-anak yang menderita lemah mental menunjukkan kemajuan
yang cukup berarti setelah diberi perlakuan dengan ramuan pegagan selama
12 minggu.
Pada orang dewasa dan tua penggunaan
Centella sangat baik untuk membantu memperkuat daya kerja otak,
meningkatkan memori, dan menanggulangi kelelahan.
Centella juga bermanfaat bagi anak-anak
penderita Attention Deficit Disorder (ADD). Hal ini karena adanya efek
stimulasi pada bagian otak sehingga meningkatkan kemampuan seseorang
untuk lebih konsentrasi dan fokus. Disamping itu juga mempunyai efek
relaksasi pada system saraf yang overaktif.
Penelitian lain menunjukkan, berbagai
penyakit seperti skleroderma, gangguan pembuluh vena, maupun gangguan
pencernaan rata-rata dapat disembuhkan dengan ramuan itu hingga80%
setelah 2 – 18 bulan.
Kandungan Kimia Pegagan
Menurut buku: Tanaman berkhasiat obat di
Indonesia Jilid I (Prof. H. M. Hembing Wijaya, 1992), sifat kimiawi
pegagan rasa manis dan sejuk dan efek farmakologis anti infeksi,
antitoxic, penurun panas dan peluruh air seni.
Kandungan secara kimiawi: asiaticoside,
isonthankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, madasiatic
acid, meso-inositol, centellose,carotenoids, garam-garam mineral
(kalium, natrium, magnesium, kalsium,besi,vellarine, zat samak). Senyawa
glikosida triterpenoida (asiaticoside) mempunyai khasiat anti lepra
(Morbus Hansen).
Pegagan, Tanaman Pencerdas Otak
Bagi sebagian orang khususnya orang-orang
Indonesia mungkin sudah tidak asing lagi melihat dan mendengar tentang
tanaman pegagan. Ya,. Tanaman ini sering kita jumpai di hampir setiap
pekarangan rumah dan di kebun – kebun. Karena tanaman ini tumbuh liar
hampir di banyak tempat. Bagi orang yang tidak tahu, pasti mengangap
tanaman pegagan sebagai tanaman liar dan pengganggu seperti halnya
rumput. Namun ternyata pegagan bukanlah tanaman biasa. Banyak penelitian
yang membuktikan bahwa pegagan memiliki banyak khasiat.
Dan banyak rumor mengatakan bahwa mengapa
orang India terkenal cerdas karena orang – orang India rutin
mengkonsumsi tanaman pegagan sebagai makanan konsumsi mereka. Pasti anda
juga pernah mendengar bukan , bahwa India terkenal dengan orang2
cerdasnya. Ini terbukti dengan Banyaknya Orang India yang bekerja di
NASA . Sebenarnya di Indonesia pula, tanaman ini banyak di konsumsi
sebagai teman santap makan . ya istilah kerenya Lalapan gitu. atau di
olah menjadi masakan. Seperti apakah pegagan dan bagaimana khasiatnya ,?
Untuk lebih jelasnya mari kita ulas secara mendalam tanaman pegagan
ini.
Pegagan juga disebut sebagai tapak kuda
karena daunnya mirip tapal kaki kuda. Tanaman yang bernama latin
Centella aquatica itu berlubang lunak, ramping dengan tunas-tunas
panjang berakar. Memiliki rimpang pendek dan stolon-stolon merayap
sepanjang 10-80 cm, akar keluar dari setiap bonggol, dan banyak
bercabang.
Banyak orang mengenal tanaman asal Asia
tropik itu sebagai pegagan. Ada juga yang menyebutnya antanan (Sunda),
pacul goang (Jawa Tengah), regedeg (Yogya), gan-ganan (Madura), taidaah
(Bali), wisu-wisu (Makasar), cipu balawo (Bugis), Dogauke (Papua), dan
sarowati (Halmahera).
Di pasar-pasar Jakarta dan sekitarnya ia sering dijual dengan nama daun antanan.
Di pasar-pasar Jakarta dan sekitarnya ia sering dijual dengan nama daun antanan.
Pegagan Kaya Senyawa Kimia
Beberapa literatur tentang obat tradisional mengungkapkan, pegagan mengandung banyak senyawa kimia bermanfaat obat. Diantaranya asam asiatat, asiatioksida, b-karotena, b-karofilena, b-elemena, b-farnesena, b-sitosterol, b-brahminosida, asam brahmat, iso-tankunisida, asam iso-tankunat, oksi-asiatikoksid, tankunisida, meso-inositol, asam aksrobat, niacin, velarine, kalium, natrium, magnesium, dan zat samak.
Beberapa literatur tentang obat tradisional mengungkapkan, pegagan mengandung banyak senyawa kimia bermanfaat obat. Diantaranya asam asiatat, asiatioksida, b-karotena, b-karofilena, b-elemena, b-farnesena, b-sitosterol, b-brahminosida, asam brahmat, iso-tankunisida, asam iso-tankunat, oksi-asiatikoksid, tankunisida, meso-inositol, asam aksrobat, niacin, velarine, kalium, natrium, magnesium, dan zat samak.
Dengan kandungan senyawa kimia yang
dikandungnya, tanaman ini banyak dipakai sebagai bahan obat tradisional.
Tidak saja di Indonesia, tapi juga di berbagai negara Asia Timur.
Bahkan sejak jaman Sansakerta, tanaman pegagan ini sudah dipakai sebagai
obat tradisional penyakit kulit, gangguan sistem saraf, maupun
peredaran darah.
Di India, pegagan dipakai sebagai obat
tradisional antidisentri. Di Malaysia, selain dijual sebagai tonik dan
minuman segar, ia juga bahan infus untuk penyembuhan gangguan liver. Dia
juga menjadi obat bronkhitis, asma, radang lambung, disentri, gangguan
ginjal, dan infeksi saluran kencing. Di Indonedia juga dipakai sebagai
peluruh kencing, pembersih darah, disentri, radang usus, sakit perut,
batuk, lepra, dan kehilangan nafsu makan.
Efek Antiinflamasi
Menurut R.Broto Sudibyo, herbalis dari klinik Obat Tradisional RS Bethesda, Yogyakarta, tanaman ini memiliki efek antiinflamasi, antibiotik, antidemam, antidiuretik, dan leratolitik. Bahkan kemampuan antibiotik dan antiinflamasinya tergolong tinggi hingga berguna pula sebagai antibakteri. Tak heran jika pegagan efektif mengatasi peradangan jaringan tubuh. Mulai dari luka, lepra, radang tenggorok, radang lambung, hingga disentri.
Menurut R.Broto Sudibyo, herbalis dari klinik Obat Tradisional RS Bethesda, Yogyakarta, tanaman ini memiliki efek antiinflamasi, antibiotik, antidemam, antidiuretik, dan leratolitik. Bahkan kemampuan antibiotik dan antiinflamasinya tergolong tinggi hingga berguna pula sebagai antibakteri. Tak heran jika pegagan efektif mengatasi peradangan jaringan tubuh. Mulai dari luka, lepra, radang tenggorok, radang lambung, hingga disentri.
Di India pula pernah diadakan penelitian
tanaman tersebut ternyata Pegagan menunjukan dapat meningkatkan IQ,
kemampuan mental serta menanggulangi lemah mental pada anak. Di
Australia tanaman liar ini dibuat obat (gotu kola) yang bermanfaat
sebagai anti pikun.
Kemampuannya yang dapat meningkatkan daya ingat inilah yang membuat orang yang menkonsumsi pegagan bisa lebih cerdas.
Kemampuannya yang dapat meningkatkan daya ingat inilah yang membuat orang yang menkonsumsi pegagan bisa lebih cerdas.
Pegagan Pembawa Umur Panjang
JAKARTA, KOMPAS.com
— Setiap orang pasti ingin tetap sehat meski usia bertambah. Untuk hal
ini, Anda bisa memanfaatkan pegagan. Selain mampu meningkatkan kerja
organ, tanaman merambat ini juga baik untuk memperlambat risiko
kepikunan.
Bangsa Asia, terutama China, terkenal
dengan kemampuan meramu tanaman obat guna meningkatkan kualitas
kesehatan dan mempertahankan umur panjang. Pegagan (daun, batang, dan
akarnya) termasuk yang sering dikonsumsi orang China untuk tujuan itu,
sebagai lalapan atau bahan baku sayur. Itu karena pegagan dipercaya
memiliki khasiat sehat dan panjang umur.
Di Indonesia, tanaman bernama Latin
Centella asiatica L ini cukup dikenal. Orang Jawa menyebutnya antanan
atau ganggagan, sedangkan orang Sunda menamakannya antanan gede.
Masyarakat secara tradisional memakainya untuk pengobatan. Tanaman ini
bisa dikonsumsi dalam bentuk segar, diramu, dimasak, atau dijus.
Pegagan lebih suka tempat yang lembab, di
sekitar pekarangan rumah atau di sepanjang tepi sungai. Tanaman daerah
tropis ini berbunga sepanjang tahun. Bentuk daunnya bulat, batangnya
lunak, beruas, dan menjalar hingga bisa mencapai semeter tingginya.
Bagian yang sering dimanfaatkan adalah daunnya.
Makanan otak
Pegagan telah dimanfaatkan sebagai obat terutama oleh masyarakat India, Pakistan, Malaysia, dan sebagian Eropa Timur sejak ribuan tahun lalu. Tanaman ini dipercaya bisa menambah ketahanan tubuh, membersihkan darah, dan memperlancar urine.
Pegagan telah dimanfaatkan sebagai obat terutama oleh masyarakat India, Pakistan, Malaysia, dan sebagian Eropa Timur sejak ribuan tahun lalu. Tanaman ini dipercaya bisa menambah ketahanan tubuh, membersihkan darah, dan memperlancar urine.
Orang-orang Timur Jauh di Eropa
menggunakannya untuk menyembuhkan lepra (penyakit menular kronis karena
Mycobacterium leprae) dan tuberkulosis (TBC). Manfaat penting lainnya
adalah memberi efek positif bagi daya rangsang saraf otak dan
memperlancar aliran darah pada pembuluh otak. Tanaman ini juga dipercaya
bisa menanggulangi luka bakar, sirosis hati, keloid, skleroderma,
gangguan pembuluh vena, lupus, dan meningkatkan fungsi mental.
Saat ini pegagan sering dimanfaatkan
sebagai tonik (penguat) daya tahan otak dan saraf. Tanaman ini digunakan
secara oral dan topikal untuk meningkatkan sirkulasi darah pada lengan
dan kaki, mencegah varises, dan salah urat.
Seperti diungkapkan Ki Sukma Muhammad,
pengembang teh pegagan, herba ini mampu mempertahankan daya ingat dan
meningkatkan kekebalan tubuh. Kandungan senyawa glikosida triterpenoida
dan beberapa mineralnya terbukti berguna bagi daya tahan tubuh dan daya
ingat. Pegagan juga dapat membantu menyeimbangkan tingkat energi serta
menurunkan gejala stres dan depresi.
Dari uji klinis di India, tanaman ini
dapat meningkatkan IQ dan kemampuan mental, serta menanggulangi lemah
mental pada anak-anak. Penelitian lain membuktikan, centella dapat
meningkatkan kemampuan belajar dan memori. Karena manfaatnya itu,
tanaman ini juga dikenal sebagai “makanan otak”.
Di antara sekian banyak kandungan bahan
aktif pada centella, seperti asam bebas, mineral, vitamin B dan C, bahan
utama yang dikandungnya adalah steroid, yaitu triterpenoid glycoside.
Triterpenoid mempunyai aktivitas penyembuhan luka yang luar biasa.
Beberapa bahan aktif akan meningkatkan fungsi mental melalui efek
penenang, antistres, dan anticemas.
Asiatosida berfungsi memperbaiki sel-sel
kulit, stimulasi pertumbuhan kuku, rambut, dan jaringan ikat. Dosis
tinggi dari glikosida saponin akan menghasilkan efek pereda nyeri.
Saponinnya bermanfaat memengaruhi kolagen, misalnya dalam menghambat
produksi jaringan bekas luka yang berlebihan.
Perpanjang usia
Manfaat yang berkaitan dengan fungsi saraf dan otak telah dibuktikan lewat berbagai penelitian. Sebanyak 30 pasien anak-anak yang menderita lemah mental menunjukkan kemajuan cukup berarti setelah diberi ramuan centella selama 12 minggu. Sebanyak enam pasien sirosis hati menunjukkan perbaikan (kecuali yang kronis) setelah dua bulan meminumnya.
Manfaat yang berkaitan dengan fungsi saraf dan otak telah dibuktikan lewat berbagai penelitian. Sebanyak 30 pasien anak-anak yang menderita lemah mental menunjukkan kemajuan cukup berarti setelah diberi ramuan centella selama 12 minggu. Sebanyak enam pasien sirosis hati menunjukkan perbaikan (kecuali yang kronis) setelah dua bulan meminumnya.
Penelitian lain menunjukkan, berbagai
penyakit, seperti skleroderma, gangguan pembuluh vena, dan gangguan
pencernaan, rata-rata dapat disembuhkan dengan ramuan itu hingga 80
persen setelah 2-18 bulan. Pada orang dewasa dan tua, penggunaan
centella sangat baik untuk membantu memperkuat daya kerja otak,
meningkatkan memori, dan menanggulangi kelelahan.
Centella juga bermanfaat bagi anak-anak
dengan attention deficit disorder (ADD). Ini karena adanya efek
stimulasi pada bagian otak sehingga meningkatkan kemampuan seseorang
untuk lebih konsentrasi dan fokus. Di samping itu juga mempunyai efek
rileksasi pada sistem saraf yang overaktif.
Dalam pengobatan Ayurveda di India,
tanaman ini dikenal sebagai herba awet muda dan memperpanjang usia. Hal
ini terbukti dari pengamatan, gajah yang kita kenal memiliki umur
panjang karena satwa ini makan banyak centella. Bahan aktif dalam daun
pegagan masih baik, dalam keadaan segar dan kering.
MENIRAN
Nama ilmiah meniran adalah Phyllanthus urinaria Linn atau Phyllanthus niruri.
Meniran merupakan tumbuhan yang memiliki bentuk batang bulat dan basah,dengan tinggi yang kurang dari 50 cm. Daunnya berbentuk sirip genap, dimana dalam setiap tangkainya, memiliki daun majemuk dan berbentuk lonjong. Bunga Meniran terdapat pada ketiak daun yang menghadap ke arah bawah. Meniran sudah terbukti secara ilmiah, ampuh, untuk meningkatkan daya tahan tubuh selain untuk mengobati penyakit hepatitis, gangguan saluran pernafsan, kencing manis, penyakit kuning maupun kencing manis.
Meniran merupakan tumbuhan yang memiliki bentuk batang bulat dan basah,dengan tinggi yang kurang dari 50 cm. Daunnya berbentuk sirip genap, dimana dalam setiap tangkainya, memiliki daun majemuk dan berbentuk lonjong. Bunga Meniran terdapat pada ketiak daun yang menghadap ke arah bawah. Meniran sudah terbukti secara ilmiah, ampuh, untuk meningkatkan daya tahan tubuh selain untuk mengobati penyakit hepatitis, gangguan saluran pernafsan, kencing manis, penyakit kuning maupun kencing manis.
Senyawa Aktif dalam daun meniran adalah:
Manfaat khasiat daun meniran untuk pengobatan dan kesehatan
dapat diperoleh karena daun meniran sangat kaya akan berbagai
kandungan kimia, antara lain: phyllanthin, hypophyllanthin,
niranthin, nirtetrali, nirurin, nirurinetin, norsecurinine, phyllanthenol,
phyllnirurin, phylltetrin, quercitrin, quercetin, ricinoleic acid, rutin,
salicylic acid methyl ester, garlic acid, ascorbic acid, hinokinin,
hydroxy niranthin, isolintetralin, dan isoquercetin.
Senyawa lain yang terkandung dalam Meniran adalah beta-d-xylopyranoside dan beta-sitosteroy. Senyawa lain yang baru
ditemukan adalah seco-4-hidroksilintetralin, seco-isoarisiresinol trimetil eter, hidroksinirantin,
dibenzilbutirolakton, nirfilin, dan neolignan.
Manfaat khasiat daun meniran untuk pengobatan dan kesehatan adalah:
Obat Batu saluran kencing
obat Hepatitis
obat Digigit anjing gila
obat Nephritic edema dan radang ginjal
obat untuk Rematik
obat Bisul di kelopak mata
obat Rabun senja
obat Disentri
obat luar
obat Peluruh seni, kencing batu, kencing nanah
obat Sakit Kuning
obat Sakit Malaria
obat Sakit Ayan
obat Sakit Demam
obat Hepatitis
obat Digigit anjing gila
obat Nephritic edema dan radang ginjal
obat untuk Rematik
obat Bisul di kelopak mata
obat Rabun senja
obat Disentri
obat luar
obat Peluruh seni, kencing batu, kencing nanah
obat Sakit Kuning
obat Sakit Malaria
obat Sakit Ayan
obat Sakit Demam
Kandungan flavonoid dan glikosida flavonoid adalah senyawa yang
paling sering digunakan dalam
pengobatan asam urat dan batu ginjal. Karena itu Meniran yang kaya akan senyawa flavonoid! dapat digunakan untuk mengobati asam urat
dan batu ginjal. Di dalam tubuh flavonoid akan berikatan dengan kalsium
dari batu ginjal lalu membentuk senyawa kompleks kelat
yang mudah larut. Ion-ion Na dan K dalam Meniran akan berikatan dengan
asam urat membentuk senyawa garam yang mudah larut dalam air sehingga
asam urat yang telah
mengkristal di dalam darah dan ginjal akan terlarut secara
perlahan dan kemudian akan dikeluarkan melalui air seni. Meniran juga bersifat
diuretik membantu keluarnya air seni. Dengan
cara tersebut Meniran digunakan untuk mengatasi asam urat dan batu ginjal atau
untuk
penyakit lain yang disebabkan oleh asam urat seperti rematik gout.
Immunomodulator.
Penelitian terbaru menyingkapkan bahwa Meniran memiliki aktifitas immunomodulator.
Immunomodulator berperan membuat sistem tubuh lebih aktif menjalankan tugasnya
termasuk menguatkan sistem imun / sistem kekebalan tubuh. Jika sistem imun meningkat maka daya tahan tubuh terhadap
serangan berbagai bakteri dan virus juga meningkat. Sistem kekebalan tubuh bekerja
dengan 9 cara. Pertama : menghalangi masuknya bakteri dan virus ke dalam tubuh.
Kedua, jika bakteri dan virus berhasil masuk ke dalam tubuh sistem
kekebalan tubuh akan mendeteksinya dan melakukan
proses eliminasi sebelum bakteri dan virus tersebut berkembang biak dan menyebabkan
penyakit. Ketiga,jika bakteri dan virus terlanjur berkembang biak maka sistem kekebalan
tubuh akan memberantasnya. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Meniran dapat memodulasi sistem imun melalui
proliferasi penyebaran dan aktivasi limfosit dan apabila
perlawanan sistem kekebalan alami kita tidak mencukupi. limfosit bekerja menurut jenis serangan virus dan bakteri yang terjadi.
Selain itu Meniran juga berfungsi mengaktivasi sel fagositik seperti monosit
dan makrofag yang bertugas memberikan perlawananan
patogen agen biologis penyebab penyakit sehingga
patogen tersebut dapat dikenali dan dibunuh. Karena bersifat immunomodulator Meniran
dapat digunakan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap
bakteri, virus dan mikroba penyebab
penyakit sehingga dapat mencegah berbagai
penyakit yang disebabkan bakteri, virus ataupun mikroba.
Antikanker.
Kemampuan Meniran sebagai immunostimulator membantu merangsang aktifitas sel naturalkiller dan sel killer. Jika toksisitas kedua sel
tersebut meningkat sel-sel yang mengalami mutasi dan abnormal
sel kanker akan dihancurkan oleh keduanya.
Antidiabetes
Phyllanthin dan hypohyllanthin merupakan komponen utama yang diduga berperan aktif
dalam penurunan kadar gula darah. Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil
penelitian terhadap tikus yang sudah diinduksi aloksan kimia yang diberikan untuk memicu kondisi diabetes .Ada
beberapa kelompok
hewan percobaan & ternyata tikus yang diberi ekstrak Meniran menurun kadar gula
darahnya. Meniran terbukti berperan sebagai antidiabetes.
Hepatoprotektor
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meniranjuga berfungsi sebagai hepato protektor.
Sekelompok tikus diinjeksi karbon tetraklorida menginduksi heatotoksik.
Ternyata yang
diberi air rebusan Meniran mengalami perbaikan organ liver. Meniran mengandung
senyawa antihepatotoksik seperti filantin, hipofilantin, triakontanal.
Selain itu senyawa
phyllanthus dalam Meniran juga diketahui bekerja sebagai pelindung hati/hepatoprotektor
Hasil uji klinis di RS Soetomo membuktikan bahwa Meniran berkhasiat mengatasi hepatitis. Pasien hepatitis kronis diberi sebuah
kapsul Meniran
9 kali
sehari selama sebulan. Ekstrak Meniran dapat memodulasi sistem imun melalui
proliferasi dan aktivasi limfosit..Meniran mendorong mekanisme perbaikan sel-sel hati dengan cara meningkatkan jumlah enzim
yang berperan sebagai antioksidan.
Antituberkulosis.
Dr. Bulkifi Amin
Pakar imunologi dari fakultas Kedokteran Universitas Indonesia melakukan uji klinis Meniran terhadap penderita tuberkulosis.
Konsumsi
Meniran
juga berguna sebagai terapi tambahan penyakit kulit seperti lepra dan
herpes koster. Ekstrak Meniran bekerja dengan cara meningkatkan sistem
imunitas seluler.Dengan kata lain Meniran mendorong limfosit makin aktif bekerja.
Herpes koster berkembang biak dengan leluasa saat sistem imunitas tubuh melemah. Sedangkan lepra adalah penyakit yang disebabkan
oleh bakteri Mycobacterium
leprae.Bakteri tersebut menyerang kulit dan susunan syaraf tepi sehingga
kemampuan penderita lepra untuk merasakan rangsangan berupa sentuhan,
panas, dingin dan nyeri akan menurun.Dalam dunia medis pasien lepra akan
diberi antibiotik untuk menahan laju perkembangan penyakit. Makin berat
infeksi makin lama pengobatan antibiotik dilakukan
sehingga tak jarang muncul efek samping obat berupa ruam pada kulit,anemia
atau kerusakan hati. Denganmengonsumsi Meniran yang berfungsi sebagai
immunomodulator
sistem kekebalan tubuh akan dipacu dan proses kesembuhan akan
terjadi lebih cepat.
Banyaknya
manfaat dan kandungan daun meniran menjadikannya sebagai
salah satu tanaman obat unggulan yang banyak diminati. Khasiat Meniran
yang paling
populer dimasyarakat adalah keampuhannya dalam mengatasi asam urat.
Karena itu hampir setiap produk-produk herbal anti asam urat menggunakan Meniran sebagai salah satu
bahan baku pembuatannya.

